TV masih menjadi salah satu perangkat elektronik yang paling sering digunakan di rumah. Mulai dari menemani sarapan pagi, jadi hiburan setelah pulang kerja, sampai menemani akhir pekan bersama keluarga. Namun, apakah Anda pernah terpikir tv berapa watt dan seberapa besar pengaruhnya ke tagihan listrik bulanan?
Jawabannya: tergantung jenis dan teknologi TV yang digunakan. Setiap televisi punya daya listrik TV yang berbeda-beda, dipengaruhi oleh ukuran layar (inci), fitur, teknologi panel, hingga jenis TV itu sendiri. Supaya lebih jelas, yuk kita bahas satu per satu!
Faktor yang Mempengaruhi Daya Listrik TV

Sebelum masuk ke jenisnya, penting untuk tahu bahwa daya TV tidak ditentukan oleh satu faktor saja. Beberapa hal yang memengaruhi berapa watt TV antara lain:
- Ukuran layar (semakin besar, biasanya semakin tinggi watt-nya)
- Teknologi layar (tabung, LED, OLED, dan lainnya)
- Fitur tambahan seperti smart system, resolusi 4K, hingga koneksi internet
- Merek dan seri TV
Karena itu, dua TV dengan ukuran sama bisa saja memiliki watt TV yang berbeda.
Baca Juga: Apa Itu Rumah Hook? Ini Berbagai Keuntungannya yang Perlu Diketahui!
Konsumsi TV Berapa Watt Berdasarkan Jenisnya

Untuk penjelasan selengkapnya terkait konsumsi TV berapa watt, yuk simak!
1. TV Tabung
TV tabung merupakan generasi awal televisi dengan ciri khas ukuran besar dan berat. Meski kini sudah jarang digunakan, jenis ini dikenal boros listrik. Daya listrik TV tabung umumnya berada di kisaran 75 – 100 watt, bahkan bisa lebih tergantung ukuran dan usia perangkat.
2. TV Plasma
TV plasma memiliki desain lebih pipih dibanding TV tabung dan menggunakan gas di antara dua lapisan kaca untuk menghasilkan gambar. Sayangnya, teknologi ini juga cukup boros energi. Rata-rata daya TV plasma berada di kisaran 60 – 100 watt atau lebih.
3. TV LCD
TV LCD atau Liquid Crystal Display Television menggunakan panel kristal cair untuk menampilkan gambar. Dibandingkan TV tabung dan plasma, konsumsi listriknya relatif lebih stabil dan suhu perangkat lebih rendah. Untuk jenis ini, watt TV LCD umumnya berkisar antara 60 – 100 watt, tergantung ukuran layar.
4. TV LED
TV LED atau Light Emitting Diode adalah pengembangan dari LCD dengan teknologi lampu LED sebagai pencahayaan layar. Keunggulan utamanya adalah gambar lebih terang dan konsumsi listrik yang lebih hemat.
Secara umum, daya listrik TV LED berada di kisaran 40 – 50 watt, bahkan bisa lebih rendah untuk ukuran tertentu. Inilah alasan TV LED menjadi pilihan paling populer saat ini.
5. TV OLED
TV OLED atau Organic Light Emitting Diode dikenal dengan desain super tipis dan kualitas gambar yang sangat tajam. Teknologi ini menggunakan material organik yang memancarkan cahaya sendiri. Meski lebih canggih, konsumsi listriknya masih cukup efisien, yaitu sekitar 50 – 75 watt, tergantung konten yang ditampilkan.
6. Smart TV
Selanjutnya ada smart TV. jenis televisi ini tidak merujuk pada satu teknologi layar tertentu, melainkan fitur tambahan berbasis internet. Karena itu, daya listrik TV smart sangat bervariasi.
Semakin banyak aplikasi aktif, resolusi tinggi (4K), dan fitur pintar yang digunakan, maka konsumsi daya TV juga bisa meningkat. Namun secara umum, smart TV modern tetap dirancang agar lebih hemat energi.
Baca Juga: Bagaimana Cara Ubah Hak Guna Bangunan (HGB) ke Sertifikat Hak Milik (SHM)? Simak di Sini!
Bagaimana Cara Hemat Daya Listrik TV?

Meski daya listrik TV relatif lebih kecil dibandingkan AC atau kulkas, pemakaian yang rutin setiap hari tetap bisa memengaruhi tagihan bulanan.
Kabar baiknya, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menghemat watt TV tanpa mengurangi kenyamanan menonton, di antaranya:
1. Sesuaikan Kecerahan dan Mode Gambar
Semakin tinggi tingkat kecerahan layar, semakin besar pula daya TV yang digunakan. Aktifkan mode eco, standard, atau energy saving agar konsumsi daya listrik TV lebih efisien, terutama saat menonton di ruangan dengan pencahayaan cukup.
2. Matikan TV, Jangan Hanya Mode Standby
Banyak orang tidak sadar bahwa TV yang dibiarkan dalam mode standby tetap menggunakan listrik. Untuk benar-benar menghemat daya listrik TV, pastikan TV dimatikan sepenuhnya atau cabut kabel listrik saat tidak digunakan dalam waktu lama.
3. Pilih Ukuran TV Sesuai Kebutuhan Ruangan
Ukuran layar sangat memengaruhi berapa tv watt yang dikonsumsi. TV berukuran besar tentu membutuhkan watt TV lebih tinggi. Menyesuaikan ukuran TV dengan luas ruangan membantu menekan konsumsi listrik sekaligus meningkatkan kenyamanan menonton.
4. Gunakan Fitur Sleep Timer
Fitur sleep timer sangat berguna jika kamu sering tertidur saat menonton TV. Dengan fitur ini, TV akan mati otomatis setelah waktu tertentu, sehingga daya listrik TV tidak terbuang sia-sia.
5. Perhatikan Label Hemat Energi
Saat membeli TV baru, cek label konsumsi energi atau spesifikasi berapa watt TV tersebut saat digunakan. TV LED modern umumnya memiliki daya TV yang lebih rendah dibandingkan teknologi lama, sehingga lebih ramah di kantong untuk pemakaian jangka panjang.
6. Batasi Aplikasi dan Fitur yang Aktif di Smart TV
Pada Smart TV, aplikasi yang berjalan di latar belakang dapat meningkatkan daya listrik TV. Tutup aplikasi yang tidak digunakan dan nonaktifkan fitur tambahan jika tidak diperlukan agar konsumsi watt TV tetap stabil.
Hunian Nyaman dengan Pengelolaan Listrik yang Efisien
Mengatur penggunaan listrik bukan hanya soal menekan tagihan, tetapi juga bagian dari menciptakan hunian yang nyaman dan tertata. Di perumahan di Palembang dengan konsep modern, sistem kelistrikan biasanya dirancang lebih rapi dan aman, sehingga mendukung aktivitas sehari-hari yang efisien.
Hal inilah yang membuat kawasan seperti perumahan elit di Palembang, termasuk CitraLand Palembang, menjadi pilihan menarik. Dengan infrastruktur modern, lingkungan yang tertata, dan perencanaan kawasan yang matang, hunian di sini mampu menunjang kualitas hidup yang lebih baik, sekaligus membantu pengelolaan energi yang lebih cerdas dan berkelanjutan!



